SEKILAS INFO
23-01-2021
  • 1 hari yang lalu / Alhamdulillah.. PKKS (Penilaian Prestasi Kerja Kepala Sekolah) SMK Cendekia Batujajar pada tanggal 20 Januari 2021 telah berjalan dengan lancar dan sukses. Barakallahu Bapak Kepala Sekolah @nurjamanhidayatulloh, semoga semakin berprestasi dan selalu sehat walafiat. Terimakasih kepada semua pihak atas segala dukungan dan doanya 🙏 Jazakumullah khoir.
  • 1 hari yang lalu / Sesuai instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sistem kegiatan belajar mengajar masih akan menerapkan model daring (pembelajaran jarak jauh)
  • 1 bulan yang lalu / Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dari hati yang paling dalam, keluarga besar SMK Cendekia Batujajar turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Bpk. Agus Supratman (Pembina Yayasan Putra Cendikia). Semoga Allah menempatkannya di tempat yang paling indah bersama dengan orang-orang beriman, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dalam menerima cobaan ini. Aamiin ya rabbal’alamin....
10
Sep 2019
0
Museum Unik Berbentuk Kapal Laut di Batujajar Kabupaten Bandung Barat

SMKCENDEKIABATUJAJAR.sch.id – Museum Galery Bahari (Mugaba) yang arsitektur bangunannya mirip kapal laut di Kampung Banuraja, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata hanya dibangun dalam waktu dua tahun.

Museum ini dibangun dan didesain  oleh mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) yakni Laksamana Purn TNI Ade Supandi. Ia merupakan putra daerah yang ingin mengembangkan wisata baru di kampung halamannya dengan adanya museum tersebut.

“Museum ini dibangun selama dua tahun, saya ingin membangun dan mengembangkan karakter kemaritiman,” ujar Ade saat ditemui usai peresmian Museum Galery Bahari (Mugaba), Minggu (1/9/2019).

Ade mengatakan, setelah peresmian ini masyarakat untuk sementara bisa mengunjungi museum tersebut secara gratis dan tidak menutup kemungkinan akan digratiskan selamanya.

“Untuk sekarang masih gratis, tapi untuk kedepan saya lihat dulu, intinya saya berharap adanya museum ini bisa bermanfaat terutama untuk pelajar karena di dalam museum juga terdapat buku-buku” katanya.

Selain itu, adanya museum ini bisa menjadi tempat wisata baru dan nantinya bakal ada tempat-tempat kuliner di sekitar Waduk Saguling yang memang lokasinya berada tepat dibelakang museum tersebut.

“Jadi nantinya disini bakal menjadi sarana wisata untuk mengangkat daerah dengan konsep marine eco park atau eco sains, sehingga bakal banyak yang datang kesini,” kata Ade.

Heri Heriawan (40) seorang pengunjung Museum Galery Bahari (Mugaba) mengaku sangat terkejut dengan adanya museum berbentuk kapal laut yang dibangun di daerah Pangauban yang merupakan daerah pegunungan.

“Surprise, saya kaget ada bangunan museum berbentuk kapal laut di tengah gunung dan saya pribadi merasa bangga dengan pak Ade yang telah membangun museum ini,” ucapnya.

Ia memang sudah mengenal Ade sejak dulu, sehingga saat peresmian museum tersebut ia mendapat undangan, sehingga ia dan keluarganya bisa langsung mengetahui isi yang ada di dalam museum itu.

“Alhamdulillah seorang jendral putra daerah bisa mewujudkan cita-citanya membuat museum. Saya seneng karena museum ini nantinya bakal bermanfaat buat anak cucu kita,” kata Heri.

sumber

Mulai chat
1
Hubungi kami?
Hai, ada yang bisa kami bantu?